Wednesday, September 13, 2017

RBDC | Kenalkan Konservasi Penyu Kepada Mahasiswa Baru, Himailka Unib Lepaskan 20 Tukik


RBDC - Prodi Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu melalui Himailka Unib mengenalkan konservasi penyu kepada mahasiswa baru dengan melepas puluhan tukik atau anak penyu ke laut lepas di pesisir Pantai Tapak Paderi, Kota Bengkulu (12/9).


Melepaskan hewan ke habitat aslinya merupakan salah satu cara untuk menjaga harmonisasi alam, seperti pelepasan 20 anak penyu (Tukik) yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu. Selain diikuti ratusan mahasiswa baru dalam rangkaian Orientasi Mahasiswa Baru Anak Kelautan (Ombak) kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu yang diwakilkan Ibu Sabra, Komandan Lanal Bengkulu yang diwakilkan Kapten Kasturi, CEO Bengkulu Indah Mall Bapak Irwan, General Manager Koran Rakyat Bengkulu Bapak Pihan Pinoh. Tak ketinggalan beberapa komunitas Bengkulu. Diantaranya FPPB, RBDC, Aerial Drone Bengkulu, Pertamina dan Yayasan Penyelamat Pencinta Penyu Pantai Bengkulu.


"Kegiatan ini untuk mengenalkan konservasi penyu bagi mahasiswa baru dan mengajak komponen lain untuk bersama-sama melestarikan penyu," kata Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (Himailka) Universitas Bengkulu Tri Anugrah Yudesta.

Ketua Prodi Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu, Dede Hartono mengatakan menjaga ekosistem pesisir merupakan salah satu cara mewujudkan harmonisasi alam. "Alam akan menjaga kita bila kita juga mampu menjaganya dan sudah menjadi tanggung jawab kita untuk selalu menjaga alam dan ekosistemnya," kata Ir. Dede Hartono, MT., selaku Ketua Prodi.

Konservasi penyu menurutnya menjadi salah satu aksi yang perlu didukung, terutama pelestarian penyu di Pulau Tikus yang merupakan `spawning ground` atau tempat bertelur penyuNamun, abrasi atau pengikisan daratan pulau yang semakin tinggi lajunya membuat keberlangsungan hidup penyu terutama mendapatkan tempat bertelur yang baik juga terancam.

Kegiatan ini memberikan kesempatan peserta yang hadir untuk menyampaikan saran, kritik dan pertanyaan kepada Instansi/Dinas terkait yang menghadiri kegiatan tersebut. Kegiatan ini juga tergabung dalam kegiatan OMBAK (Orientasi Mahasiswa Baru Kelautan) tahun 2017/2018. (Penulis/Photo: Tri Anugerah; Editor: Apriliansyah)

Share:
Continue Reading →

Monday, September 11, 2017

RBDC | INDONESIAN YOUTH MARINE DBERIS SUMMIT

Halo Young Leaders,

Divers Clean Action, didukung oleh Tim Gerakan Budaya Bersih dan Senyum Indonesia dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Tim Indonesia Bebas Sampah 2020, Masyarakat Selam Indonesia, dan Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia, dengan gembira mengumumkan pendaftaran Indonesian Youth Marine Debris Summit (IYMDS) yang akan dilaksanakan di Jakarta, 24-29 Oktober mendatang.

Merasa peduli dengan sampah laut? Ingin bertemu dengan pemuda/i dari penjuru negeri untuk memecahkan masalah tersebut? Jadilah delegasi provinsimu untuk mendapatkan kesempatan mengikuti workshop oleh berbagai pembicara menarik, field trip untuk diving atau snorkeling di Kepulauan Seribu, serta action plan satu tahun ke depan yang akan menjadi solusi nyata dalam menyelesaikan masalah sampah laut.

Pendaftaran terbuka untuk Warga Negara Indonesia berusia 18-25 tahun yang mempunyai tekad kuat dalam memberikan perubahan positif. 70 peserta terpilih akan dibagi ke dalam 14 kelompok untuk merancang dan mengimplementasikan action plan. Kelompok dengan action plan terbaik mempunyai kesempatan untuk menjadi perwakilan Indonesia dalam Our Ocean Conference – sebuah konferensi bergengsi tingkat internasional milik U.S. Department of State yang mempunyai fokus pada marine protected areassustainable fisheriesmarine pollution, dan climate-related impacts on the ocean di Bali, 2018.

Program ini adalah beasiswa penuh; seluruh akomodasi dan transportasi dari dan menuju Jakarta juga Kepulauan Seribu ditanggung. Pendaftaran ditutup 17 September. Segera daftar dengan cara mengunduh formulir di iymds.com dan mengirimkan aplikasi ke apply@iymds.com.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Abu (+6285719220872) dan info@iymds.com.
Share:
Continue Reading →

Friday, June 16, 2017

RBDC | Menyelam itu Sehat

RBDC | Kabar gembira! Aktivitas yang kita senangi selama ini, menyelam, ternyata sekarang menjadi olahraga menyehatkan yang sedang digilai di dunia!
Menyelam memang bagian dari olahraga, tapi tidak terasa olahraga bisa sebegitu menyenangkan dan menyehatkan, tanpa cucuran keringat dan airmata, plus waktu yang seakan berhenti kalau sudah di bawah air. Tapi benar, menyelam itu memang membuat kita sehat.
Sehat Jasmani
Kenapa bisa sehat untuk tubuh? Karena…
1. Sebelum menyelam, kita mengangkat peralatan selam yang beratnya bisa mencapai belasan hingga puluhan kilo, mengenakan pemberat, dan naik-turun tangga di kapal. Aktivitas-aktivitas tersebut berguna untuk meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas tubuh.
2. Berenang di permukaan maupun kedalaman, mengikuti ataupun melawan arus, menjaga keseimbangan tubuh ketika menyelam, serta melakukan gerakan-gerakan manuver di dalam air, tanpa kita sadari semua itu mampu melatih otot-otot bagian belakang, inti, lengan, kaki, maupun bagian-bagian yang tidak biasa terlatih. Bahkan pembentukan otot ini bisa bekerja lebih maksimal dibandingkan ketika di darat.
3. Menyelam juga mampu membakar banyak kalori. Beberapa sumber mengatakan, menyelam dapat membakar 300 – 600 kalori dalam sejam! Sama seperti ketika kita berlari. Tapi tentunya semua itu tergantung dengan bagaimana Anda menyelam dan pengalaman menyelamnya. Seseorang yang sudah sangat berpengalaman dan tampak santai ketika menyelam mungkin hanya akan membakar sedikit kalori dibandingkan seorang penyelam pemula.
Sehat Rohani
Selain tubuh, menyelam juga sangat menyehatkan bagi jiwa dan pikiran kita.
1. Dengan menyelam, kita merasakan keheningan, jauh dari stress serta kepenatan sehari-hari, dan memasuki sebuah dunia yang benar-benar berbeda dengan pemandangan yang tidak bisa kita dapatkan di darat. Itu semua sudah membuat dampak positif bagi kesehatan jiwa dan pikiran kita.
2. Terbiasa menemukan dan melihat critter-critter ataupun pelagis di lautan biru, membuat kita lebih bisa fokus terhadap keindahan maupun kompleksitas dunia di sekitar, tidak hanya fokus terhadap diri sendiri.
3. Menarik napas secara perlahan dan teratur ketika menyelam memberi efek terapi yang sama ketika sedang bermeditasi, lebih tenang, melatih diri untuk lebih “aware” terhadap keadaan “sekarang”, dan dapat mengantisipasi maupun memberikan respon yang lebih tenang jika terjadi sesuatu.
Indahnya menyelam bagi kesehatan adalah ketidaksadaran kalau kita sudah melakukan sesuatu yang sebenarnya berdampak sangat baik. Jadi…tidak diragukan lagi efek menyelam bagi kesehatan kan(SDAAI) Sumber: Scuba Diver
Share:
Continue Reading →