Thursday, February 15, 2018

RBDC | Pantai Tapak Paderi Jadi Lokasi Penangkaran Penyu

Bengkulu (Antaranews Bengkulu) - Sejumlah mahasiswa dan dosen Jurusan Kelautan Universitas Bengkulu serta pegiat olah raga selam yang bergabung dalam "Rafflesia Bengkulu Diving Club" membuat penangkaran penyu di kawasan wisata Tapak Paderi, pesisir Kota Bengkulu.

"Ini bentuk tanggungjawab terhadap pelestarian lingkungan, salah satunya untuk biota laut penyu yang dilindungi," kata Pendiri Rafflesia Bengkulu Diving Club (RBDC), Ari Anggoro di Bengkulu, Selasa.

Ia mengatakan penyu yang ditangkar di lokasi itu akan didatangkan dari Pulau Tikus, pulau kecil berjarak tujuh mil dari Kota Bengkulu.

Selama ini menurut Ari, penangkaran penyu secara sukarela yang dilakukan warga di Pulau Tikus menemui berbagai kendala, terutama pemeliharaan anak penyu atau tukik.

"Karena itu kami mengambil inisiatif untuk proses pembesaran tukik di Tapak Paderi setelah penetasan di pantai Pulau Tikus," kata Dosen Jurusan Kelautan Universitas Bengkulu ini.

Lokasi penangkaran penyu tersebut lanjut Ari akan diarahkan sebagai wisata edukasi tentang pesisir dan kelautan.

Saat ini, anggota komunitas tengah membangun bak penangkaran penyu yang terdapat di tepi Pantai Tapak Paderi.

Anak penyu atau tukik yang menetas di pesisir Pulau Tikus akan dirawat sekitar satu hingga dua bulan di lokasi penangkaran sebelum dilepasliarkan ke habitatnya.

"Kami juga akan melibatkan kelompok nelayan tradisional untuk pelestarian penyu pesisir Bengkulu," kata dia.

Menurut data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, ada tujuh jenis penyu di dunia dan enam jenis hidup di perairan Indonesia.

"Dari enam jenis penyu di perairan Indonesia, empat jenis tercatat mendarat dan bertelur di pesisir Bengkulu," kata Kepala Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Bengkulu-Lampung, Said Jauhari.

Empat jenis penyu yang singgah dan bertelur di pesisir Bengkulu yakni penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu pipih (Natator depressus), dan penyu belimbing (Dermochelys coriaceae).***3***
Pewarta : Helti Marini S
Editor: Musriadi 
COPYRIGHT © ANTARA 2018
Share:
Continue Reading →

Friday, December 8, 2017

RBDC | Pengprov POSSI Bengkulu Raih Juara di Ajang Selam Tingkat Nasional


BENGKULU, RBDC – Pengrov POSSI (Persatuan Olah Raga Selam Seluruh Indonesia) Bengkulu mengharumkan nama Provinsi Bengkulu dengan meraih juara di ajang Kejuaraan Tingkat Nasional, Aceh Open Diving 2017.
Ali Noviansyah salah satu atlet POSSI Bengkulu yang ikut dalam ajang ini menceritakan, sebelumnya ada sekitar 20 peserta seleksi atlet selam untuk persiapan mengikuti ajang Kejuaraan Nasional Aceh Open Diving 2017. Setelah tim seleksi menilai akhirnya Pengprov POSSI Bengkulu mendapatkan 9 atlet selam. Yaitu sebanyak 7 dari Mahasiswa dan 2 Alumni Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Bengkulu diberi kepercayaan oleh POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) Bengkulu untuk mewakili Provinsi Bengkulu berlaga dalam kejuaraan yang digelar di Sabang Provinsi Aceh 28 November sampai 30 November 2017.
Ditambahkan pelatih selam Bengkulu Ari Anggoro, Dalam ajang ini memperlombakan nomor laut Fin Swimming 3000 m dan 6000 m dan Orientasi Bawah Air (OBA) M Course dan Five Point. Para Atlet ini mewakili Prodi Ilmu Kelautan Unib anggota dari UKM MSDC (Ilmu Kelautan Diving Club) yang merupakan organisasi kemahasiswaan yang bergerak dalam bidang selam dan salah satu Komunitas Selam Bengkulu yaitu Rafflesia Bengkulu Diving Center (RBDC).
“Mereka telah melewati proses seleksi yang lama sebelum ditunjuk POSSI Bengkulu untuk mewakili Provinsi Bengkulu. Secara keseluruhan, Bengkulu mengirimkan 12 orang atlet. Didampingi Manajer, Pelatih dan Official,” jelas Ari, pelatih selam Bengkulu yang juga dosen Prodi Kelautan Unib ini.
Lanjut Ari, Dengan pesaing-pesaing atlet tingkat nasional yang sudah berpengalaman mengikuti kejuaraan nasional, tapi kita sangat pantas berbangga diri, karena dari hasil tersebut merupakan suatu kebanggaan dari semua peserta yang bertanding, hanya POSSI Bengkulu yang semua atletnya sampai selesai tanpa di tolong dari tim penyelamat panitia ajang tingkat nasional di Sabang.
“Yang membuat kita berbangga diri, karena para atlit yang mewakili Provinsi Bengkulu adalah atlet pemula dan hanya 1 atlet yang pernah mengikuti PON (Pekan Olahraga Nasional) di Bandung Jawa Barat. Untuk ukuran pemula, hal ini merupakan suatu prestasi yang luar biasa dan membuat selam Provinsi Bengkulu mulai diperhitungkan di tingkat nasional yang rata-rata atlet yang ikut di Kejuaraan Aceh Open Diving adalah atlet-atlet nasional yang sudah pernah bertanding di tingkat nasional atau PON,” ungkap Ari.
Kita berharap kedepannya, Dari Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu mendukung dan mensupport untuk Prestasi POSSI Bengkulu bisa lebih baik lagi. Dalam ajang ini juga mendapat apresiasi besar dari Ketua Umum dan Pengurus Besar POSSI Bengkulu. Mereka sangat kuat dengan kemajuan pesat dari olahraga selam di Provinsi Bengkulu. Sehingga kita bisa memasyarakatkan selam di Bengkulu. Dan tetap mengembangkan potensi selam untuk Bengkulu bisa dikenal juga melewati potensi-potensi destinasi wisata bawah laut. Sesuai dengan program pemerintah Indonesia Bengkulu khususnya.
Ari juga menyampaikan terima kasih atas support dan dukungan dari ketua umum Pengprov POSSI Bengkulu Letkol Laut (P) Agus Isudin, ST.
Berikut nama-nama atlet POSSI Bengkulu, nomor pelombaan dan peringkat juara atlet POSSI Bengkulu di ajang Kejuaraan Nasional Aceh Open Diving 2017:
Fin Berenang 3000 m Putri
  1. Siti Maryam (MSDC UNIB) peringkat 11
Fin Renang 3000 m Putra
  1. Satria G (RBDC) peringkat 10
  2. Ega Prima B (UNIHAZ) peringkat 18
  3. Fidyta Ferdiansyah (MSDC UNIB) peringkat 20
  4. Waldi (MSDC UNIB) peringkat 16
Fin Swimming 6000 m Putra
  1. Jeka Mandiri (MSDC UNIB) peringkat 20
  2. D. Afriga (MSDC UNIB) peringkat 22
  3. Ahmad Fajjar A (MSDC UNIB) peringkat 23
  4. Tegar (MSDC UNIB)
Orientasi Bawah Air (OBA) M Course Putra
  1. Ali Noviansyah (Alumni Prodi IKL/RBDC) peringkat 4
  2. Andre Nugraha (Alumni Prodi IKL/RBDC) peringkat 10
Orientasi Bawah Air (OBA) M Kursus Putri
  1. Risnita Tri Utami (RBDC) peringkat 6
Orientasi Bawah Air (OBA) 5 Point Course Putra
  1. Ali Noviansyah (Alumni Prodi IKL / RBDC) peringkat 7
  2. Andre Nugraha (Alumni Prodi IKL / RBDC) peringkat 12
  3. Ega Prima B (UNIHAZ) peringkat 11
Orientasi Bawah Air (OBA) 5 Point ‘Couse Putri
  1. Risnita Tri Utami (RBDC) peringkat 10
[Feri Vandalis/Adv]

Share:
Continue Reading →

Wednesday, September 13, 2017

RBDC | Kenalkan Konservasi Penyu Kepada Mahasiswa Baru, Himailka Unib Lepaskan 20 Tukik


RBDC - Prodi Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu melalui Himailka Unib mengenalkan konservasi penyu kepada mahasiswa baru dengan melepas puluhan tukik atau anak penyu ke laut lepas di pesisir Pantai Tapak Paderi, Kota Bengkulu (12/9).


Melepaskan hewan ke habitat aslinya merupakan salah satu cara untuk menjaga harmonisasi alam, seperti pelepasan 20 anak penyu (Tukik) yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu. Selain diikuti ratusan mahasiswa baru dalam rangkaian Orientasi Mahasiswa Baru Anak Kelautan (Ombak) kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu yang diwakilkan Ibu Sabra, Komandan Lanal Bengkulu yang diwakilkan Kapten Kasturi, CEO Bengkulu Indah Mall Bapak Irwan, General Manager Koran Rakyat Bengkulu Bapak Pihan Pinoh. Tak ketinggalan beberapa komunitas Bengkulu. Diantaranya FPPB, RBDC, Aerial Drone Bengkulu, Pertamina dan Yayasan Penyelamat Pencinta Penyu Pantai Bengkulu.


"Kegiatan ini untuk mengenalkan konservasi penyu bagi mahasiswa baru dan mengajak komponen lain untuk bersama-sama melestarikan penyu," kata Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (Himailka) Universitas Bengkulu Tri Anugrah Yudesta.

Ketua Prodi Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu, Dede Hartono mengatakan menjaga ekosistem pesisir merupakan salah satu cara mewujudkan harmonisasi alam. "Alam akan menjaga kita bila kita juga mampu menjaganya dan sudah menjadi tanggung jawab kita untuk selalu menjaga alam dan ekosistemnya," kata Ir. Dede Hartono, MT., selaku Ketua Prodi.

Konservasi penyu menurutnya menjadi salah satu aksi yang perlu didukung, terutama pelestarian penyu di Pulau Tikus yang merupakan `spawning ground` atau tempat bertelur penyuNamun, abrasi atau pengikisan daratan pulau yang semakin tinggi lajunya membuat keberlangsungan hidup penyu terutama mendapatkan tempat bertelur yang baik juga terancam.

Kegiatan ini memberikan kesempatan peserta yang hadir untuk menyampaikan saran, kritik dan pertanyaan kepada Instansi/Dinas terkait yang menghadiri kegiatan tersebut. Kegiatan ini juga tergabung dalam kegiatan OMBAK (Orientasi Mahasiswa Baru Kelautan) tahun 2017/2018. (Penulis/Photo: Tri Anugerah; Editor: Apriliansyah)

Share:
Continue Reading →